Rabu, 03 Desember 2014

beberapa contoh ucapan selamat dan tegur sapa dalam bahasa arab



Beberapa Contoh Ucapan Selamat dan Tegur Sapa dalam Bahasa Arab
INDO
ARAB
NO
Selamat pagi Pak/Bu
صَبَاحُ الْخَيْرِ يَا سَيَّدِيْ / سَيِّدَتِيْ
1
Selamat sore saudaraku/saudariku
طَابَ مَسَائُكَ يَا أَخِيْ /طَابَ مَسَائُكِ يَا أُخْتِيْ
2
Selamat sore Pak/Bu
مَسَاءُ الْخَيْرِ يَا سَيِّدِيْ / سَيِّدَتِيْ
3
Bagaimana keadaan Anda (lk)/(pr)
كَيْفَ حَالُكَ ؟ / كَيْفَ حَالُكِ ؟
4
Baik terima kasih / sangat baik
بِخَيْرٍ شُكْرًا / حَسَنٌ جِدًّا
5
Apakah Anda (lk/pr)  dalam keadaan sehat
هَلْ أَنْتَ / أَنْتِ بِصِحَّةٍ وَ عَافِيَةٍ ؟
6
Ya, Alhamdulillah saya dalam keadaan sehat
نَعَمْ الحمدُ لله أنا بِخَيْرٍ وَ عَافِيَةٍ
7
Sampaikan salam saya kepada orang tua Anda (lk/pr)
بَلِّغْ تَحِيَّتِيْ إِلَى وَالِدِكَ / وَلِدِكِ
8
Sampaikan salam saya kepada seluruh anggota keluarga Anda (lk/pr)
بَلِّغْ سَلاَمِيْ إِلَى أَفْرَادِ عَائِلَتِكَ / عَئِلَتِكِ
9
Terima kasih, saya (lk/pr) terburu-buru
شُكْرًا إنَّنِيْ مُتَعَجِّلٌ / مُتَعَجِّلَةٌ جِدًّا
10
Semoga beruntung / semoga berhasil
حَظٌّ سَعِيْدٌ
11
Saya harap Anda (lk/pr) dalam keadaan baik-baik
أَتَمَنَّى لَكَ / لَكِ الْخَيْرِ
12
Saya (lk/pr) berterima kasih kepada Anda
أَنَا شَاكِرٌ لَكَ جِدًّ /
أَنَا شَاكِرَةٌ لَكَ
13
Saya berhutang budi pada Anda (lk/pr)
أَنَا مَدِيْنٌ لَكَ / لَكِ بِا لشُّكْرِ
14
Sesungguhnya saya (lk/pr) sangat bahagia sekali/senang sekali
إِنَّنِيْ مَسْرُوْرٌ جِدًّا / أِنَّنِيْ مَسْرُوْرَةٌ جِدًّا
15
Hal ini membuatku bahagia/gembira
هَذَا يَسُرُّنِيْ كَثِيْرًا / هذِهِ تَسُرُّنِيْ كَثِيْرًا
16
Selamat datang
مَرْحَبًا
17
Sampai berjumpa kembali
إِلَى اللِّقَاءِ
18
Sampai jumpa
مَعَ السَلاَمَةِ
19
Maaf
أَسِفْ
20
Sungguh !
حَقًّا
21
Saya (lk/pr) harus pergi
يَنْبَغِى لِيْ أَنْ أَنْصَرِفَ
22
Maukah Anda (lk/pr) duduk ?
هَلْ تَتَفَضَّلْ بِلْجُلُوْسِ ؟
/ هَلْ تَتَفَضَّلِيْنَ بِالْجُلُوسِ ؟
23
Terima kasih banyak
شُكْرًا جًزِيْلاً
24
Maaf, semoga Allah meridhoi segala usahamu
عَفْوًا, وَفََّّقَكَ اللهُ
25
Ayo kita pergi ke masjid
هَيَّا بِنَا نَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ
26
Semoga menerima ibadah umrah Anda
تَقَبَّلَ اللهُ عُمْرَتَكَ
27
Segala puji bagi Alah atas nikmat islam
الْحَمْدُ لله عَلَى نِعْمَةِ الْإسْلاَمِ
28
Semoga Allah berbuat baik padamu
أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ
29
Semoga Allah memberikanku hidayah begitu juga dengan Anda
هَدَانِيَ اللهُ وَ إِيَّاكَ
30
Semoga dalam perlindungan Allah
فِيْ أَمَانِ اللهِ
31
Ayo segera
هَيَّا بِنَا سَرِيْعًا
32

Mengenal nama-nama bulan dalam masehi
No
Nama Bulan Dalam Bahasa Indonesia
Nama Bulan Dalam Bahasa Arab
1
Januari
يَنَايِرُ = كَانُوْنُ الثَانِيْ
2
Februari
فِبْرَايِرْ = شُبَاطٌ
3
Maret
مَارِسْ = أَذَرُ
4
April
اِبْريْلُ = نَسْيَانٌ
5
Mei
مَايُوْ = اَيَّارٌ
6
Juni
يُوْنِيُوْ = حَزِيْرَانٌ
7
Juli
يُوْلِيُوْ = تَمُّوْزٌ
8
Agustus
أَغُسْطُسْ = أَب
9
September
سِبْتَمْبَرْ = أَيْلُوْلُ
10
Oktober
أُكْتُوْبَرْ = تِشْرِيْنُ الْأَوَّلُ
11
November
نُوْفَمْبَرْ = تِشْرِيْنَ الثَانِيْ
12
Desember
دِيْسِمْبَرْ = كَانُوْنُ الأَوَّلُ
.
MUFRADAT
–BAGIAN TUBUH MANUSIA–

( أَعْضَاءُ جِسْمِ الإنْسَانِ )

INDO
ARAB
NO
INDO
ARAB
NO
INDO
ARAB
NO
Lengan

ذِرَاعٌ

31
Rahang

فَكٌّ

16
Kepala

رَأْسٌ

1
Tangan

يَدٌ

32
Dagu

ذِقْنٌ

17
Rambut

شَعْرٌ

2
Jari

إصْبَعٌ ج أَصَابِعُ

33
Otak

مُخٌّ

18
Mata

عَيْنٌ

3
Jari kaki

أَصَابِعُ الْقَدَمِ

34
Akal

عَقْلٌ

19
Telinga

أُذُنٌ

4
Ibu jari

الإبْهَامُ

35
Tengkorak

جَمْجَمَةٌ

20
Hidung

أَنْفٌ

5
Telunjuk

السَّبَابَةُ

36
Tulang

عَظْمٌ

21
Wajah

وَجْهٌ

6
Jari manis

الْبِنْصَرُ

37
Daging

لَحْمٌ

22
Pipi

وَجْنَةٌ / خَدٌّ

7
Jari tengah

الْوُسْطَى

38
Dada

صَدْرٌ

23
mulut

فَمٌ

8
Kelingking

الْخنْصَرُ

39
Hati

قَلْبٌ

24
Alis

حَاجِبٌ

9
Lutut

رُكْبَةٌ

40
Paru-paru

رِئَةٌ

25
Kelopak mata

جُفْنٌ

10
Paha

فَخِذٌ

41
Limpa

كَبِدٌ

26
Bulu mata

رَمْشٌ

11
Kaki

قَدَمٌ / رِجْلٌ

42
Perut

بَطْنٌ

27
Leher

عُنُقٌ

12
Kuku

ظُفْرٌ

43
Lambung

مَعدَةٌ / جَنْبٌ

28
Gigi

سِنٌّ

13
Tumit

عَقِبٌ

44
Usus

مَعْيٌ ج أَمْعَاءٌ

29
Kening

جَبْهَةٌ

14
Mata kaki

كَعْبٌ

45
Darah

دَمٌ

30
Bibir

شَفَةٌ

15

Pasangan yang Unik

Pasangan ini berpisah jika sedang berkumpul, tetapi berkumpul jika sedang berpisah.
Mereka adalah dua kata yang jika berkumpul lafadznya maka berbeda maknanya. Namun, jika tidak berkumpul lafadznya maka  berkumpullah maknanya (mempunyai makna yang sama), makna kata yang satu mencakup makna kata yang lain. Kaidah ini dalam bahasa Arab sering disebut dengan:

كلمتان إذا اجتمعا افترقا، و إذا افترقا اجتمعا

Apa sajakah pasangan kata yang memiliki kaidah unik ini? Mari kita simak pembahasannya berikut ini.

·         الإله و الرب

Jika lafadz “rabb” dan “ilaah” berkumpul maka keduanya mempunyai makna yang berbeda. Contoh disebutkannya lafadz “rabb” dan “ilaah” bersamaan dalam satu dalil yaitu
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ
Maka kata “rabb” di sini mempunyai arti Dzat yang menguasai, menciptakan, memiliki alam semesta, dan mengatur makhluk-Nya. Sedangkan kata “ilaah” berarti Dzat yang disembah dengan haq dan berhak untuk mendapatkan ibadah semata.
Sedangkan jika kedua lafadz tersebut disebutkan terpisah yaitu dalam satu dalil disebutkan “rabb” saja atau “ilaah” saja, maka kata “rabb” mencakup makna “ilaah”, dan kata “ilaah” juga mengandung makna “rabb”. Sebagaimana dalam pertanyaan dua malaikat kepada mayit di dalam kubur, “man rabbuka?” Maksudnya adalah “Siapakah sesembahanmu dan siapakah pencipta dan pengatur hidupmu?”
Contoh yang lain:
الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ
“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah.’” (QS. Al-Hajj: 40)
Maksudnya adalah “rabb kami dan sesembahan kami adalah Allah.”
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka …” (QS. Fushshilat: 30)
Maka rububiyyah dalam ayat-ayat tersebut mengandung makna ilahiyyah.

·         الإسلام و الإيمان

Jika keduanya berkumpul dalam satu dalil maka “islam” berkaitan dengan amalan lahiriyah, misalnya: shalat, puasa, zakat, membaca Al-Qur`an, dll. Sedangkan “iman” berkaitan dengan  amalan batin, misalnya: beriman kepada Allah, beriman kepada Rasulullah, dll. Sebagaimana dalam hadits Jibril tentang islam, iman, dan ihsan.
Adapun jika disebutkan terpisah maka “islam” juga mencakup “iman”, dan sebaliknya. Contohnya:
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Mu`minuun: 1)
Bukan berarti orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang memiliki amal batin saja tetapi tidak mempunyai amal badan. Maka “iman” dalam ayat ini mencakup amal batin dan amal badan sekaligus.

·         البر و التقوى

Kata “birr” mempunyai arti melaksanakan perintah, sedangkan “taqwa” artinya menjauhi larangan. Contohnya:
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى
“… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa …” (QS. Al-Ma`idah: 2)
Akan tetapi jika lafaznya terpisah maka “birr” dan “taqwa” mempunyai arti yang saling mencakupi yaitu melaksanakan perintah sekaligus menjauhi larangan. Contoh:
وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ
“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah: 197)

·         الفقير و المسكين

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang makna “faqir” dan “miskin” jika kedua kata tersebut berkumpul, apakah faqir yang lebih parah ataukah miskin. Ada yang berpendapat bahwa “faqir” adalah orang yang tidak mempunyai penghasilan sama sekali, sedangkan “miskin” adalah orang yang mempunyai penghasilan tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya. Contoh dibedakannya faqir dan miskin dalam satu dalil:
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60)
Adapun jika disebutkan bersendirian maka berkumpullah makna keduanya. Jika disebutkan faqir saja maka termasuk di dalamnya miskin, dan sebaliknya. Contoh:
فَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ
“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan.” (QS. Ar-Ruum: 38)
إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاء فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah 271)

·         الأمر بالمعروف و النهي عن المنكر

Amar ma’ruf dan nahi munkar merupakan dua hal yang sangat terkait erat karena amar ma’ruf tidaklah berjalan baik kecuali dengan nahi munkar. Karena diperintahkannya sesuatu mengharuskan adanya larangan dari kebalikannya, dan dilarangnya dari hal yang haram adalah perintah untuk mengambil yang halal. Maka lafadz “amar ma’ruf” dan “nahi munkar” jika disebutkan sendirian, keduanya memiliki makna yang saling mencakupi. Contohnya:
كَانُواْ لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ
“Mereka tidak saling melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al-Ma`idah: 79)
Termasuk nahi munkar di sini adalah amar ma’ruf, karena meninggalkan yang ma’ruf termasuk kemungkaran.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raaf: 199)
Termasuk amar ma’ruf dalam ayat ini adalah meninggalkan kemungkaran, karena meninggalkan kemungkaran termasuk ma’ruf.
Namun jika disebutkan bersamaan maka ma’ruf adalah ketaatan, sedangkan munkar adalah kemaksiatan.
Dan beberapa pasangan unik yang lain..

Diagram Huruf
A. Huruf  Mabany (Huruf Hijaiyah)
Huruf yang digunakan untuk menyusun suatu kata
Huruf mabany terbagi menjadi 2:
1. Huruf ‘Illah
Ada 3 huruf yaitu: ا و ي
2. Huruf Shohih
Seluruh huruf hijaiyah selain ا و ي
B. Huruf Ma’any
Huruf-huruf yang mempunyai makna
Huruf ma’any terbagi menjagi beberapa macam, diantaranya:
1. Huruf Jer
Huruf yang membuat kata setelahnya secara umum berharokat akhir kasroh.
Diantara huruf-huruf jer adalah:
مِنْ , إِلىَ , عَنْ , عَلىَ , فِى , رُبَّ , بِ , كَ , لِ
2. Huruf Athof
Huruf yang digunakan untuk menghubungkan antara satu kata dengan kata yang lain.
Diantara huruf-huruf athof adalah:
وَ , ثُمَّ , أَوْ
Ikhwah fillah berikut ini daftar kosakata (mufrodat) dari fi’il, semoga bermanfaat…
حَسُنَ (Baik)
بَعُدَ (Jauh)
قَرُبَ (Dekat)
جَمُلَ (Bagus)
شَرُفَ (Mulia)

جَهَدَ (Bersungguh2)
قَتَلَ (Membunuh)
أَخَذَ (Mengambil)
تَلاَ (Membaca)
سَكَتَ (Diam)
زَارَ (Mengunjungi)
فَرَقَ (Memisahkan)
جَمَعَ (Mengumpulkan)
نَصَرَ (Menolong)
حَمَلَ (Membawa)
ذَكَرَ (Mengingat)
قَامَ (Berdiri)
قَعَدَ (Duduk)
كَبُرَ (Besar)
حَفِظَ (Menjaga)
رَأَى (Melihat)
طَلَبَ (Mencari)
مَضَى (Berlalu)
شَرَكَ (Berserikat)
سَمِعَ (Mendengar)
رَجَعَ (Kembali)
فَتَحَ (Membuka)
رَكَعَ (Ruku)
حَرِصَ (Semangat)
كَرُمَ (Mulia)
كَمُلَ (Sempurna)
رَزَقَ (Rizki)
سَبَقَ (Mendahului)
نَجَحَ (Lulus)
رَبَحَ (Beruntung)
عَبَدَ (Ibadah)
غَفَرَ (Mengampuni)
شَرَحَ (Melapangkan)
فَهِمَ (Paham)
بَدَأَ (Mulai)
صَبَرَ (Sabar)
غَلَبَ (Menang)
دَرَسَ (Belajar)
كَسَرَ (Memecahkan)
مَنَعَ (Mencegah)
طَبَعَ (Mencetak)
صَلُحَ (Baik)
سَفَرَ (Bepergian)
بَكَى (Menangis)
صَرَفَ (Memalingkan)
سَجَدَ (Sujud)
أَمَرَ (Memerintahkan)
حَدَثَ (Terjadi)
نَهَى (Melarang)
جَلَسَ (Duduk)
رَفَعَ (Mengangkat)
مَشَى (Berjalan)
فَصَلَ (Memisahkan)
بَلَغَ (Mencapai)
وَقَفَ (Berhenti)
وَجَدَ (Menemukan)
شَرِبَ (Minum)
قَالَ (Berkata)
قَطَعَ (Memotong)
سَتَرَ (Menutupi)
أَكَلَ (Makan)
نَزَعَ (Mencabut)
نَظَرَ (Memandang)
كَفَرَ (Mengingkari)
تَرَكَ (Meninggalkan)
ظَهَرَ (Tampak)
حَصَلَ (Tercapai)
عَرَفَ (Mengenal)
جَاءَ (Datang)
رَأَى (Melihat)
مَرَّ (Melewati)
ضَرَبَ (Memukul)
حَرُمَ (Haram)
قَرَأَ (Membaca)
دَلَّ (Menunjukkan)
كَتَبَ (Menulis)
رَضِيَ (Ridho)
بَاعَ (Menjual)
عَلِمَ (Mengetahui)
قَالَ (Berkata)
ذَهَبَ (Pergi)
سَأَلَ (Bertanya)
خَلَقَ (Menciptakan)
نَفَعَ (Bermanfaat)
عَمِلَ (Berbuat)
فَلَحَ (Beruntung)
كَذَبَ (Berbohong)
خَابَ (Rugi)
آمَنَ (Beriman)
أَرْسَلَ (Mengutus)
سَلَفَ (Berlalu)


jenis-jenis membaca



Jenis-Jenis Membaca
Dalam kajian membaca dikenal banyak jenis membaca. Ditinjau dari segi terdengar tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca, membaca dapat dibagi atas membaca dalam hati, serta membaca bersuara atau membaca nyaring.. Dilihat dari sudut cakupan bahan bacaan yang dibaca, membaca dapat digolongkan ke dalam membaca ekstensif dan membaca intensif. Dilihat dari tujuan kedalamannya atau levelnya, membaca dapat digolongkan ke dalam membaca literer, membaca kritis, dan membaca kreatif.

A. Membaca Nyaring dan Membaca dalam Hati

Membaca nyaring merupakan proses mengkomunikasikan isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain. Karena tujuan utamanya mengkomunikasikan isi bacaan, maka si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambing-lambang bunyi bahasa saja, melainkan juga dituntut harus mampu melakukan proses pengolahan agar pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambing-lambang bunyi bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang-orang yang mendengarnya. Dengan demikian, jelaslah bahwa proses membaca nyaring sesungguhnya bukanlah hal yang mudah. Soedarso (1998:18) mengatakan bahwa saya membaca nyaring lebih sulit dibandingkan dengan membaca dalam hati.

Kesulitan membaca nyaring juga dapat dilihat dari tingkat keterlibatan organ-organ tubuh yang turut beraktivitas. Membaca dalam hati hanya menggunakan ingatan visual. Dalam hal ini yang aktif adalah mata (pandangan atau penglihatan dan ingatan). Membaca nyaring selain penglihatan dan ingatan turut juga aktif ingatan pendengaran dan ingatan yang bersangkutan dengan otot-pt ot. Oleh karena itu, untuk mendapatkan keterampilan membaca jenis ini sangat mutlak diperlukan adanya proses latihan secara terencana dan sungguh-sungguh dibawa asuhan guru-guru yang professional.

Tujuan akhir yang diharapkan dari membaca nyaring adalah kefasihan: mampu menggunakan ucapan yang tepat, membaca dengan jelas dan tidak terbata-bata, membaca dengan tidak terus-menerus melihat pada bahan bacaan, membaca dengan menggunakan intonasi dan lagu yang tepat.
Membaca dalam hati atau membaca diam, memang tidak ada suara yang keluar, yang aktif bekerja adalah mata dan otak saja, Tampubolon (1998:21).

Ikhwal diamnya alat ucap ini saat melakukan membaca dalam hati perlu perlu dicermati oleh guru, sebab hingga saat ini masih banyak siswa saat mereka membaca dalam hati, tetapi pada saat yang sama alat ucap mereka turut aktif. Misalnya, membaca sambil bersuara seperti berbisik, atau dengan bibir bergerak-gerak, atau membaca dengan kepala bergerak mengikuti baris bacaan, atau membaca sambil menunjuk baris bacaan dengan jari, pensil, atau alat ucap lainnya. Hal-hal semacam ini secara perlahan harus segera dihilangkan karena akan menghambat lancarnya membaca dalam hati.

B. Membaca Ekstensif dan Membaca Intensif

Membaca ekstensif merupakan membaca yang dilakukan secara luas. Pada siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Program membaca ini sangat besar manfaatnya dalam memberikan aneka pengalaman yang sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.

Membaca ekstensif meliputi tiga jenis membaca yakni:

1. Membaca Survey

Membaca survey adalah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum ikhwal isi serta ruang lingkup dari bahan bacaan yang hendak dibaca. Oleh karena itu, dalam perakteknya pembaca hanya sekedar melihat atau menelaah bagian bacaan yang dianggap penting saja. Misalnya, judul, nama pengarang beserta pidatonya, judul, bab serta sub-sub bab, daftar indeks atau daftar buku-buku rujukan yang dipergunakannya. Dengan demikian membaca survey bukanlah membaca sebenarnya. Jadi, dapat dikatakan semacam kegiatan prabaca.

2. Membaca Sekilas

Membaca sekilas atau membaca Skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata bergerak dengan cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat (Tarigan, 1990:32).
Soedarso (1998:32) mendefinisikan skimming sebagai keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien.

3. Membaca Dangkal

Membaca dangkal pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan yang dibaca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila pembaca bermaksud untuk mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun betul-betul merupakan jenis bacaan ringan.. Misalnya, majalah, novel, cerpen dan sebagainya. Membaca dangkal ini dilakukan dengan santai.

C. Membaca Intensif

Membaca intensif, merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

Jenis membaca intensif antara lain:

1. Membaca Teliti

Membaca ini bertujuan untuk memahami secara detail gagasan yang terdapat dalam terks bacaan tersebut untuk melihat organisasi penulisan atau pendekatan yang digunakan oleh si penulis.
Pembaca dalam hal ini selain dituntut untuk dapat mengenal dan menghubungkan kaitan anatara gagasan yang ada, baik yang terdapat dalam kalimat maupun maupun dalam setiap paragraf.

2. Membaca Pemahaman

Menurut Tarigan (1986:56) membaca pemahaman merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan, resensi kritis, drama tulis, serta pola-pola fiksi.

3. Membaca Kritis

Membaca kritis adalah sejemis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan.

4. Membaca Ide

Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam bacaan. Menurut Tarigan (1986:56) membaca idemerupakan kegitan membaca yang bertujuan untuk mencari jawaban atau pertanyaan berikut dari suatu bacaan: (a) mengapa hal itu merupakan judul atau topik yang baik; (b) masalah apa saja yang dikupas atau dibentangkan dalam bacaan tersebut; (c) hal-hal apa yang dipelajari dan yang dilakukan oleh sang tokoh.

5. Membaca Bahasa Asing

Membaca bahasa asing pada tataran yang lebih rendah umumnya bertujuan untuk memperbesar daya kata dan untuk mengembangkan kosakata, dalam tataran yang lebih luas tentu saja bertujuan untuk mencapai kefasihan.

6. Membaca Sastra

Membaca sastra merupakan kegiatan membaca karya sastra, baik dalam hubungannya dengan kepentingan apresiasi maupun dalam hubungannya dengan kepentingan studi dan kepentingan pengkajian.

D. Membaca Literal, Kritis dan Kreatif

Membaca literal meruapakan kegiatan membaca sebatas mengenal dan menangkap arti yang tertera secara tersurat. Artinya pembaca hanya berusaha menangkap informasi yang terletak secara literal dalam bacaan dan tidak berusaha menangkap makna yang lebih dalam lagi, yakni makna yang tersirat.

Membaca kritis adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan belaka. Dengan membaca kritis pembaca akan dapat mencamkan lebih lama terhadap apa yang dibacanya dan dia pun akan empunyai kepercayaan diri yang lebih mantap daripada kalau dia membaca tanpa usaha berpikir kritis.

Membaca kritis merupakan kegiatan membaca untuk mendapatkan penilaian yang adil dan bijaksana. Menurut Harras (1998:45) untuk dapat melakukan kegitan membaca kritis, ada empat macam persyaratan pokok, yaitu: (1) pengetahuan tentang bidang ilmu yang disajikan dalam bahan bacaan yang sedang dibaca; (2) sikap bertanya dan sikap menilai yang tidak tergesa-gesa; (3) penerapan berbagai metode analisis yang logis atau penelitian ilmiah; (4) tindakan yang diambil berdasarkan analisis atau pemikiran tersebut.

Membaca kreatif merupakan proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan yang baru yang terdapat dalam bacaan lewat jalan mengidentifikasi ide-ide yang menonjol atau mengkombinasikan pengetahuan yang sebelumnya pernah didapatkan.

Dalam proses membaca kreatif, pembaca dituntut untuk mencermati ide-ide yang dikemukakan oleh penulis kemudian membandingkannya dengan ide-ide yang sejenis yang mungkin saja berbeda-beda, baik berupa petunjuk, aturan, atau kiat-kiat tertentu. Selain itu, kemampuan membaca kreatif merupakan tingkatan tertinggi dari kemampuan membaca seseorang.

Menurut Harras (1998:49) pembaca dapat dikatakan pembaca kreatif andaikan memenuhi kreteria berikut: (1) Kegiatan membaca tidak berhenti sampai pada saat menutup buku; (2) mampu menerapkan hasil untuk kepentingan hidup sehari-hari; (3) munculnya perubahan sikap dan tingkah laku setelah proses membaca selesai; (4) hasil membaca berlaku sepanjang masa; (5) mampu menilai secara kritis dan kreatif bahan-bahan bacaan; (6) mampu memecahkan masalah kehidupan sehari-hari berdasarkan hasil bacaan yang tekah dibaca.

manfaat membaca buku



Membaca adalah satu aktivitas yang memiliki segudang manfaat. Sedikitnya ada 8 manfaat yang dapat saya uraikan.
1. Melatih kemampuan berpikir
Otak ibarat sebuah pedang, semakin diasah akan semakin tajam. Kebalikannya jika tidak diasah, juga akan tumpul.
Apakah alat yang efektif untuk mengasah otak?
jawabannya adalah membaca. Menurut Astri Novia (2010) pilihlah satu jenis buku yang Anda sukai, apakah literature klasik, fiksi ilmiah, atau buku pengembangan diri. Dengan cara ini otak akan bertambah kuat. Bacalah buku sebanyak mungkin. Menurut para ahli, keuntungan dari membaca buku dapat memberikan dampak yang menyenangkan bagi otak kita. Membaca juga membantu meningkatkan keahlian kognitif dan meningkatkan perbendaharaan kosakata.
2. Meningkatkan Pemahaman
Contoh nyata dari manfaat ini banyak dirasakan oleh siswa maupun mahasiswa. Di mana membaca dapat meningkatkan pemahaman dan memori, yang semula tidak mereka mengerti menjadi lebih jelas setalah membaca. Logika sederhana saja, tidak mungkin siswa atau mahasiswa memahami materi pelajaran/kuliah kalau mereka tidak membaca. Dari sini jelas bahwa membaca sangat berperan dalam membantu seseorang untuk meningkatkan pemahamannya terhadap suatu bahan/materi yang dipelajari.
3. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan
Manfaat yang satu ini mungkin sudah sering kita dengar semenjak kita masih kecil. Kita pasti ingat berapa kali guru-guru kita mengingatkan bahwa membaca adalah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia. Dengan memiliki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan, kita akan lebih percaya diri dalam menatap dunia. Mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan dan tetap bisa servive dalam menghadapi gejolak zaman.
4. Mengasah kemampuan menulis
Selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, memebaca juga bisa mengasah kemampuan menulis Anda. Selain karena wawasan Anda untuk bahan menulis semakin luas, Anda juga bisa mempelajari gaya-gaya menulis orang lain dengan membaca tulisannya. Lewat membaca Anda bisa mendapatkan kekayaan ide yang melimpah untuk menulis.
5. Mendukung kemampuan berbicara di depan umum
Membaca adalah aktivitas yang akan membuka cakrawala dan pengatahuan anda terhadap dunia. Terbatasnya jangkauan diri kita terhadap peristiwa-peristiwa di dunia, hanya bisa dijangkau dengan membaca. Selain mendapatkan informasi tentang berbagai peristiwa, membaca juga mampu meningkatkan pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal, karena membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
6. Meningkatkan Konsentrasi
Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Karena fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.
7. Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer
Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.
8. Sarana Refleksi dan Pengembangan Diri
Kita dapat mengetahui pemikiran seorang pengusaha atau seorang trainer tanpa kita harus menjadi pengusaha atau trainer. Artinya kita bisa mempelajari bagaimana cara orang lain dalam mengembangkan diri. Ini penting bagi kita sebagai bahan pertimbangan atau pembanding sebelum kita melakukan suatu hal.